Ayoo!! Lawan Debu dan Asap dengan Cara Sederhana

Akhir-akhir ini debu asap semakin tebal, Ibarat “nasi sudah jadi bubur” atau ga mungkin juga mengembalikan kayu yang sudah menjadi arang. Rasanya kurang bijak jika kita mencari kesalahan dan siapa yang bertanggungjawab tentang menebalnya debu dan asap.  Percayakan saja pada pihak berwajib dan hukum untuk mencari siapa pelaku yang tidak bertanggungjawab terhadap kebakaran hutan.  
Sebelumnya kita harus bisa membedakan asap dan debu. Asap merupakan perpaduan atau campuran karbondioksida, air, zat yang terdifusi, zat partikulat, hidrokarbon, zat kimia organik, nitrogen oksida dan mineral. Komposisi asap tergantung dari banyaknya factor, yaitu jenis bahan pembakar, kelembapan, temperatur api, kondisi angin dan hal lain yang mempengaruhi cuaca, baik asap tersebut baru atau lama. Jenis kayu dan tumbuhan lain yang terdiri dari selulosa, lignin, tannin, polifenol, minyak, lemak, resin, lilin dan tepung akan membentuk campuran berbeda saat terbakar (WHO, 2005).

Bagaimana dengan debu itu sendiri, Partikel debu atau materi partikulat melayang merupakan campuran yang sangat rumit dari berbagai senyawa organic dan senyawa anorganik di udara dengan diameter kurang dari 1 µm sampai maksimal 500 µm. Materi partikulat akan berada di udara dalam waktu yang lama dalam keadaan yang lama dan masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan.  Partikel halus dapat terinhalasi ke dalam paru sehingga lebih beresiko mengganggu kesehatan dibandingkan partikel yang besar (WHO, 2005).  Salah satunya adalah PM10(Particulat Matter 10) yang saat ini yang banyak berterbangan di udara dan membuat jarak pandang kita manjadi berkurang.

Mengapa saya lebih cendrung menyebut debu dan asap karena yang sekarang ini bukan hanya gasnya saja seperti carbon monoksida(CO), gas nitrogen dioksida(NO2), ozon(O3) dan Sulfur Dioksida (SO2) saja tetapi debu-debu dari sisa pembakaran kayu seperti PM10 (particulat matter10) bahkan partikulat padat yg tersuspensi di udara saat ini lebih besar dari PM10 yang ukurannya lebih besar dari 10 mikron.  

Saat ini komposisi debu dan asap di udara lebih banyak dari hari biasanya, partikel partikelnya yang sangat beragam dan rumit tersebut merupakan campuran dari berbagai gas lainnya dengan ukuran dan bentuk yang relatif berbeda-beda yang berbahaya bagi kesehatan manusia.  Gas dari asap kayu yang terbakar dan Partikulat debu ini tidak mudah mengendap ke tanah,  sehingga sangat membahayakan kesehatan dan mengancam keselamatan manusia.  Ingat, debu dan asap ini lebih berbahaya dari asap rokok yang bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti paru-paru, otak, kulit dan bahkan kematian . 

Nah sekarang cara melawannya adalah:
  1. Jika keluar rumah pastikan anda pakai masker, maskernya kalau bisa dibasahin agar debu dan gas yang terhirup akan lebih dulu menempel pada masker sehingga mengurangi partikel2 gas yang kecil terhirup oleh kita. Karena pori2 atau celah2 dari masker akan dimuati pertikel2 air, dan tentunya mengurangi kecepatan gas yang terhirup oleh kita. Jika sudah mengering bersihkan dan basahkan lagi gunakan kembali.
  2. bagi yang menggunakan mobil usahakan air conditioner (ac)nya dinyalakan, jangan lupa jendelanya jangan dibuka karena akan mengakibatkan gas dan debu asap akan masuk ke dalam mobil anda.
  3. Jika anda berkendaraan baik roda dua dan roda empat, sebaiknya anda menghidupkan lampu kendaraan anda. Untuk kendaraan roda dua memang wajib karena memang sudah peraturannya dan kendaraan roda empat minimal anda bisa menghidupkan lampu kota, ini berguna untuk menambah jarak pandang anda yang berkurang akibat tebalnya debu asap serta menghindari kecelakaan berkendaraan. 
  4. Jika anda keluar rumah sebaiknya anda menggunakan kacamata akan lebih baik jika anda menggunakan kacamata safety. Yang menggunakan helm untuk kendaran roda dua sebaiknya jangan pernah membuka helmnya. Untuk menghindari debu asap yang berterbangan yang bisa saja masuk ke mata anda.
  5. jika mata anda perih jangan dikucek-kucek, karena bisa iritasi dan membuat makin parah. siram dan basuh saja dengan air bersih. Jika masih tidak mempan gunakanlah obat tetes mata (ikuti aturan pakainya).
  6. Rumah usahakan jangan dibiarkan terbuka lebar dan jangan pula tertutup rapat biarkan seperti biasanya namun usahakan ruangan di rumah anda ada kipas angin yang mengarahkan anginnya keluar.  Agar suasana agak panas agar perpindahan kalor secara konveksi dari luar tidak terlalu kuat.  Tentunya debu asap yang masuk juga mudah keluar melalui ventilasi2 yang ada pada jendela.
  7. Jika rumah anda sudah terlanjur masuk debu asap ke dalam ruangan rumah  anda, sebaiknya lampu ruangan anda hidupkan karena debu asap yang masuk akan membuat mata anda perih jika karena intensitas cahaya yang berkurang dan tentunya tidak baik untuk kemampuan refraksi dan akomodasi mata anda. Jangan lupa arahkan kipas angin di rumah anda keluar rumah.
  8. bagi rumah yang punya AC lebih baik, ketika anda di rumah lebih baik anda berada di ruang AC karena sudah mempunyai pengurai gas berbahaya seperti contoh AC yg ada ionizernya.   Sekarang AC rumah rata-rata sudah mempunyai Ionezer.
  9. jika anda menghirup udara dari debu asap terus anda merasa perih pada hidung dan di kepala waspada saat itu anda sudah terpapar gas berbahaya.  Solusinya cari ruangan yang lebih segar. seperti ruangan berAC dan taman rumah anda yang banyak pepohonannya karena pepohonan juga punya kemampuan mengurangi pencemaran udara akibat debu asap.
  10. Perbanyak minum air putih, sekali-kali minum air hangat, biar untuk melumerkan dahak akibat hirupan gas berbahaya (PM10, NO2,CO).    Air putih juga berfungsi mengeluarkan racun yang ada pada tubuh kita, mudah diserap oleh tubuh dan meningkatkan sistem metabolisme tubuh namun akan jauh lebih optimal minum air putih tersebut ketika keadaan perut kosong ketika bangun tidur pada pagi hari usahakan sebelum gosok gigi.
  11. konsumsi vitamin C atau suplemen serta multivitaman secukupnya untuk menambah daya tahan tubuh anda terhadap udara yang tidak baik, toxin & penyakit. Konsultasi dengan petugas kesehatan lebih baik.
  12. Jika anda mempunyai anak, baik anak anda masih bayi, batita, balita usahakan berikan perhatian lebih terhadap ancaman bahaya akibat debu asap. jangan sampai lengah dan tidak terawasi karena mereka lebih rentan terhadap bahaya debu asap.  Apalagi yang mempunyai riwayat alergi terhadap debu, asma dan yang pernah terkena pnumonia. Termasuk juga untuk ibu ibu hamil, karena gas, debu asap yang terhirup dapat mempengaruhi kesehatan janin, demikian juga dengan Manula(usia lanjut).
  13. Tutup tempat penampungan air dengan rapat agar tidak terkontaminasi dengan debu asap yang berterbangan.
  14. Lindungi tempat penyimpanan makanan dan air minum agar tidak terkontaminasi dengan debu asap. Menutup makanan dan air minum yang ada di dalam rumah agar terlindungi dari pencemaran udara akibat debu dan asap. Cucilah kembali buah-buahan yang sudah terlanjur terkena debu asap agar tetap bersih, sehat, dan terjamin kehigienisannya.
  15. Usahakan halaman rumah anda dibasahi agar jika terjadi penguapan juga bisa menambah penurunan suhu lingkungan karena udara yang kita hirup semakin baik jika lebih banyak dedaunan dan pepohonan. Rajin-rajinlah menyiram bunga dan pepohonan di sekitar pekarangan rumah anda karena pada musim kemarau tentunya volume air yang diterima tumbuhan berkurang.
  16. Usahakan mandi 3 x dalam sehari jika bisa, agar debu2 yang menempel segera hilang, sehingga kita kembali segar dan wangi lagi sekaligus mengurangi potensi terkenanya iritasi kulit akibat kemarau panjang dan banyaknya terpapar debu asap.
  17. Jangan menambah parah debu asap contoh dengan merokok dan membakar sampah.
  18. Jika sudah terserang batuk jangan buru-buru minum obat tapi coba dulu perasan lemon atau jeruk peras yang hangat.  Karena saat itu sesungguhnya paru-paru kita bekerja lebih kuat memberikan perlawanan terhadap udara kotor.  Jika kepala sakit coba bawa istirahat sejenak. Pokoknya jgn buru-buru minum obat.
  19. Selalu lakukan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Seperti makan bergizi empat sehat lima sempurna dan istirahat yang cukup.
  20. Shalat Istisqo (minta turun hujan). Bisa sendirian atau lebih baik berjamaah, tapi jangan hanya berdoa karena Tuhan menyuruh kita berusaha jika mau diubah hasilnya.  Dan yang penting lagi hentikan hujat menghujat, apalagi menyalahkan pemerintahan daerah dan kabupaten karena itu tidak ada gunanya hanya membuang energi.
Semoga dengan cara sederhana ini dapat meringankan dan membantu mengatasi bahaya dari debu asap yang terjadi.  Ayo contoh Jepang "nagasaki & Hiroshima" kota tersebut terpapar radiasi radio aktif nuklirnya hingga tahunan lamanya dan dampak bukan hanya untuk manusia tapi untuk semua makhluk hidup dan lingkungan ketika itu, bahkan 20 tahun diprediksi sulit untuk bisa bercocok tanam. Tapi mereka semua bersemangat & mencari solusi terbaik untuk menghadapinya.  Ayo kita semua bangkit dan semangat jangan kalah dengan orang jepang, bangkitlah lakukan mulai dari cara yang sederhana untuk kesehatan & keselamatan kita dan penduduknya serta kelangsungan aktivitas hidup warga Riau saat ini yang sedang dilanda bencana debu asap. Semoga Bermanfaat.

Sumber : 
Pernah dipublikasikan 09 September 2015
Haluan Riau & http://riaumandiri.co


0 Response to "Ayoo!! Lawan Debu dan Asap dengan Cara Sederhana"

Posting Komentar