Kumpulan Kisah Mukidi yang Bikin Kocok Perut dan Jadi Viral di Medsos

Cerita-cerita lucu Mukidi sedang ramai dibicarakan netizen. Mukidi adalah tokoh fiksi bikinan seorang bloggeryang dipakai untuk mengantarkan cerita-cerita lucu yang ditulisnya.
Cerita-cerita lucu mukidi awalnya ditulis di blog https://ceritamukidi.wordpress.com. Cerita ini lantas disebarkan lewat berbagai jejaring sosial termasuk lewat pesan singkat di Whatsapp, Line dan Blackberry Messenger, dan medsos lainnya. Beberapa hari kemudian, cerita-cerita ini diangkat oleh sejumlah media online.
Cerita-cerita Mukidi ini termasuk humor segar dan bukan hasil daur ulang. Karenanya Mukidi menjadi sangat cepat populer.
Penasaran dengan cerita-cerita Mukidi? Inilah kumpulannya seperti dikutip dari laman blog Cerita Mukidi...

NO MERCY
Mukidi melihat mbah Kartinem sedang kebingungan di kantor pos.
“Bisa saya bantu nek?”
“Tolong pasangin perangko sama tulis alamatnya nak.”
“Ada lagi nek?”
“Bisa bantuin tulis isi suratnya sekalian?” Mukidi mengangguk. Si mbah lalu mendiktekan surat sampai selesai.
“Cukup nek?”
“Satu lagi nak. Tolong di bawah ditulis: maaf tulisan nenek jelek.”

MASIH SALAH
Wakijan sudah insyaf dan mulai rajin ngaji.
“Mas Wakijan, sholat Subuh ada berapa rakaat?” Ustad ngetes.
“4, ustad!”
“Mas Wakijan pulang dulu deh, cari jawaban yang benar.”
Di tengah jalan Wakijan ketemu Mukidi sahabatnya: “Di, menurut kamu sholat Subuh ada berapa rakaat?”
“Ya 2 lah.”
“Wah payah dah, mendingan lu pulang deh. Belajar lagi.”
“Emang kenapa?”
“Nah gue bilang 4 aja masih salah, apalagi 2?”

BIKIN KONDOM
Di ruang operasi rumah sakit, seorangg dokter bedah melihat Mukidi yang akan dioperasi kelihatan gelisah. Untuk menenangkannya, Mukidi diajak bercanda.
Dokter : “Bapak tau cara membuat sarung tangan karet yang sedang saya pakai ini?”
Mukidi : “Tidak dok…”
Jawab Mukidi sambil memberi isyarat dengan tangannya.
Dokter : “Begini Pak.. Karet mentah direbus sampai meleleh lalu pegawai pabrik rame2 mencelupkan tangan ke dalam cairan karet itu. Setelah itu tangan segera diangkat untuk diangin-anginkan. Tak lama kemudian jadilah sarung tangan seperti ini.”
Mukidi tersenyum mendengar penjelasan sang dokter. Beberapa saat kemudian Mukidi tertawa terpingkal-pingkal. Dokter heran dan bertanya.
Dokter: “Mengapa Anda tertawa seperti itu..?”
Mukidi : “Dengar cerita dokter tadi, saya lalu membayangkan bagaimana cara membuat kondom.”
Dokter: (bengong)

MALU
Suatu hari DH, istri Mukidi bercerita pada suaminya.
Istri : “Mas tadi waktu aku buka BH di depan kaca yang di pinggir jendela …. Eeh nggak tahunya ada cowok ganteng lihatin aku terus……….”
Mukidi : “Terus apa yang kamu lakukan”?
Istri : “Aku malu bangeeeet mas, lalu aku tutupin aja muka aku pake BH”.
Mukidi : “Dasar dodollllll”
Istri : “Bukan dodol, Mas … Tapi aku malu”

BU MARKONAH
Cak Mukidi ke pasar, mau kulineran rujak cingur yang penjualnya ibu-ibu asal Madura bertubuh montok bernama Bu Markonah.
“Buk, rujak satu, berapa?” tanya Cak Mukidi.
“Sepoloh rebu..cak..,” kata Bu Markonah.
Selesai dibungkus, Cak Mukidi bayar dengan uang Rp 20.000. Markonah bilang, “Cak… tangan saya lagi belepotan, kembaliannya ambil sendiri di sini ya,” kata Markonah sambil menunjuk belahan dada atas.
Tanpa ragu-ragu Cak Mukidi merogoh karena orang Madura memang biasa menaruh segala macem di sana pikirnya. “Nggak ada..Bu.” kata Cak Mukidi.
Buk Markonah kasih instruksi“Lebih dalam lagi, terus, terus. Ke kanan, ke kiri.”

Cak Mukdi: “Nggak ada…Buk.”
“Ya sudah,” kata Buk Markonah.
“Lah terus mana kembalian saya????” tanya Cak Mukidi bingung.
Buk Markonah dengan enteng berkata, “Ongkos rogoh-rogoh sepoloh rebu Cak, sampeyan kira goh-rogoh nang njero kutang ku gratis.”
Mukidi hanya garuk-garuk kepala sambil nyengir mendengar Bu Markonah

EFEK KOSMETIK
Menjelang Idul Fitri Markonah tertarik membeli kosmetik mahal asli Paris bukan beli dari MLM seperti teman-temannya. Kosmetik ajaib yang lebih mahal dari Bobbi Brown, Stila, dan Mac menurut salesgirlnya memberi garansi, pemakainya akan tampil jauh lebih muda dari usianya.
Setelah berjam-jam duduk di depan meja rias, mengoleskan kosmetik ‘ajaib’ nya, dia bertanya kepada Mukidi, sang suami:
“Mas, sejujurnya berapa tahun kira-kira usiaku sekarang?”
Mukidi memandang lekat-lekat istrinya tercinta.
“Kalau dilihat dari kulitmu, usiamu 20 tahun; rambutmu, hm…18 tahun….penampilanmu; 25 tahun…”
“Ah mas Mukidi pasti cuman menggoda,” Markonah tersipu manja.
“Tunggu dulu sayang, saya ambil kalkulator….. saya jumlahkan dulu ya…..”

MUKIDI REBUTAN ANAK
Mukidi dan Ponikem yg baru saja bercerai sedang memperebutkan hak kepemilikan anaknya.```
```Di ruang sidang pengadilan ponikem dgn pede nya berkata :```
```"Anak keluar dr perut saya, ya sdh pasti milikku"```
```Mukidi marah2 dan menyanggah :```
```"Koq lucu asal ngomong aja ,emang kalo uang keluar dari atm trus uangnya milik atm?"```
```"Jelas sudah pasti uangnya punya yg masukin kartu atm dong"```
```Jaksa pun terbengong bengong sambil manggut manggut dan semua yang hadir di ruang sidang pun tertawa dan memberi aplaus pada mukidi....```
```Mukidi kok dilawan!!!???```

Mukidi dan Warung Indomie
Mbengi-2 si Mukidi wetengé luwé terus moro neng warung arep tuku Indomie.
Mukidi: Onok indomie Mak?
Mak'e : Onok
Mukidi: Roso karé pitik piroan?
Mak'e : 2000
Mukidi : Roso kaldu pitik?
Mak'e : Podo aé 2000
Mukidi : Sing rego 500 onok gak Mak?
Mak'e : Onok
Mukidi : Roso opo Mak?
Mak'e : Roso TELÈK PITIK .... !
ojo banter2 le ngguyu....*

Mukidi Sayang Istri
Istri : "Pa, aku tanya dan jawab sejujur-jujurnya ya. Aku nggak akan marah.
Selama kita menikah sudah 15 tahun ini, berapa wanita yang sudah tidur sama Papa?"
Mukidi (Suami) : "Ma, aku mau jujur, tapi jangan marah ya...
Wanita yang pernah tidur bareng sama aku, ya cuma kamu Ma".
Istri : "Masak sih?"
Mukidi : "Suuumpah, Ma!
Aku kalau lg sama wanita lain malah gak bisa tidur!"

Guru dan Mukidi
Guru bertanya:"Anak-anak... Siapa yg mau masuk surga..?"
Serempak anak-anak menjawab "Sayaaaa..!"
Mukidi yang duduk di belakang diam saja..
Bu guru bertanya lagi : "Siapa yang mau masuk neraka..??"
Anak-anak : "Tidak mauuuu....!!!" Mukidi tetap diam saja.
Bu guru mendekat : "Mukidi, kamu mau msk surga atau neraka...?
Mukidi: "Tidak kedua- duanya bu guru..."
Bu guru: "Kenapa..?"
Mukidi: "Habis wkt ayah saya mau meninggal, beliau berpesan, 'Mukidi, Apapun yang terjadi kamu harus masuk POLISI !! :-)

ALAT PERAH SUSU
```Moekidi sedang belajar bisnis baru, ternak sapi. Untuk itu ia membeli alat pemerah susu sapi ber-teknologi canggih.
Karena kesepian ditinggal isterinya, terpikirlah untuk mencoba alat itu ke dirinya sendiri pd alat vitalnya.
"Burungnya" dimasukkan ke alat vakum tsb & menyala secara otomatis berjalan.
Alat itu memijat, mengurut, bergetar & menghisap keras lalu berubah lembut lagi seperti fungsi ketika memerah susu sapi ..
Moekidi merem melek keenakan dengan 'sensasi' yg luar biasa sampai akhirnya ejakulasi ...
Tapi, setelah ejekulasi, ia tak bisa melepaskan alat tsb. Dengan panik dibacanya buku manual ternyata tak ada petunjuk cara melepaskan alat itu.
Makin panik, ..... dipencetlah semua tombol yang ada, tapi malah alat itu memijat-mijat, mengurut, bergetar & menghisap lebih keras hingga akhirnya kembali ejekulasi kedua kalinya.
Dalam kondisi lemas, akhirnya Moekidi memutuskan untuk menelpon 'customer service' yang ada di buku manual.
"Halo, saya baru saja menggunakan mesin pemerah susu dari buatan perusahaan anda!"
"Mesin ini luar biasa" kata Moekidi.
"Tapi, gimana cara melepasnya dari kantong susu sapi?" Kata Moekidi bohong karena malu kalau cerita sebenarnya.
"Oh tenang saja Pak ... Alat kami secara otomatis akan lepas kalo isinya sudah 2 liter"```

MUKIDI MENDHEM 
Ibu Guru SD Sewon mBantul kelas 6 bingung ndheleng kelakuan anak muride sing jenenge Mukidi, senengane ngidhu neng tangan bar kuwi di usapne nang endhase nek pas wektu pelajaran sekolah...
Bu Guru :
Mukidi, kowe ki ngopo idhu malah mbok usap ne neng endasmu...???
Mukidi :
Pelajarane ben ndhang mlebhu neng otak kulo Bu..!!
Ibu Guru :
Emang iso ngono kuwi po le...??
Mukidi :
Saghet Bu...soale meh sabhen wengi kulo krungu, neng kamar Simbok ngomong karo Bapak "kuwi ndhase usapono idhu, ben gampang mlebhune"..
Ibu Guru :
Wooo...dasar bocah mendhem..!!

DOMPETE MUKIDI 
MUKIDI rewang neng omah e pak Lurah pas mantu anake.
Ndilalah dompete MUKIDI ilang. Digoleki neng endi2 ora ono...
MUKIDI nyoba goleki neng kamare manten, mungkin pas nyapu mau tiba.
Pas nggoleki neng ngisor dipan, ndadak manten mlebu kamar.
MUKIDI ndhelik neng ngisor dipan.
Terjadi dialog pengantin.
Si pria ndemek pipine manten wedok.
" Apem nyempluk iki duweke sopo dik ? "
" Wek'é sampeyan mas "
Manten lanang ndemek dodone.
" Tumpeng anget iki duweke sopo dik ? "
" Wek'é sampeyan mas ?"
Tambah panas lan hot...
"Pisang goreng anget iki duwek'e sapa maaas".
"Iki yo duwek'mu dik".
Terus manten lanang bukak rok'é manten wedok.
" Dompet ireng iki duweke sopo dik ? "
MUKIDI sing ning ngisor longan krungu dompet langsung mencolot....```
*"GADHAHAN KULO MAS...!!!"*
```Grobyaak, maalliiiing . . maaliingg......```

SILSILAH MUKIDI 
1. Moekino kawin dengan Moekinem.
Punya 5 anak, salahsatunya: Moekidjo.
2. Moekidjo kawin dengan Moekirah.
Punya 4 anak salahsatunya: Moekibat.
3. Moekibat kawin dengan Moekinah.
Punya 5 anak salahsatunya: Moekiro.
4. Moekiro kawin dengan Moekiyah.
Punya anak 5 salahsatunya Mukirun.
(Mukirun = sudah berlaku ejaan baru).
5. Mukirun kawin dengan Mukiatun.
Punya anak 3, yang ragil bernama MUKIDI

MUKIDI CINTA ISTRI
Mukidi & istri lagi marahan, keduanya nggak saling ngomong....
Pada malamnya,...
Mukidi : dik ayo tidur.... sudah malem....!"
(istrinya mengira suaminya ngajak ngomong )
Isteri : mau ngajak baikan ya..?
Mukidi : eggak....aku gak ngomong sama kamu kok ...
Isteri : terus kenapa panggil - panggil adik tadi?
Mukidi : Adik aku yang di bawah ini loh, malem2 malah bangun. Makanya aku suruh tidur.....
Hening sesaat....
Isteri : "Aku kan marahan cuma sama kamu.... nggak sama adik kamu..... cepet bawa ke sini adiknya..

NAIK UNTA
Mukidi lagi melancong ke Arab, seperti orang Indonesia yang lainnya. Dia juga ikut tour naik unta. Tapi unta di Arab tidak seperti unta di Indonesia, ketika Mukidi bilang, “duduk” dan unta langsung duduk.
Namun lain kejadiannya. Unta di Arab, walaupun Mukidi sudah bilang:“Duduk, sit.. sit, jongkok, diuk.”
Sang unta tetap berdiri, dan akibatnya Mukidi tidak bisa naik.
Pawang Unta (PU): “Bilang Assalamualaikum, baru unta duduk.”
Mukidi: “Asalamualaikum” langsung onta duduk, Mukidi naik, unta langsung berdiri lagi.
Mukidi: “Jalan.. jalan..” unta tetap diam. Dipukul pukul punggungnya, unta tetap tidak mau jalan.
PU :”Bilang Bismillah “
Mukidi : “Bismillah”
Onta jalan, Mukidi senang jalan naik unta dengan Pawang Unta berjalan di sampingnya.
Tak lama kemudian Mukidi bertanya, “Pawang. Bagaimana cara nyuruh untanya lari ya?”
PU: “Bilang aja Alhamdulilah”
Mukidi : “Alhamdulilah.” Dan unta pun berlari.
Mukidi senang sekali. Saking senangnya Mukidi bilang lagi “Alhamdulilah.” Dan si unta berlari tambah kencang, dan si Pawang Unta makin ketinggalan.
Ketika Mukidi sudah jauh si Pawang Unta baru ingat, belum memberi tahu caranya onta berhenti. Dari jauh PU berteriak: “Kalo mau berhenti bilang Innalillahi..”
Karena sudah jauh Mukidi tidak mendengar. Dan si unta terus berlari dengan kencang. Sampai akhirnya di kejauhan Mukidi melihat di depan ada jurang yang sangat dalam. Mukidi ketakutan, dan mencoba menghentikan onta: “Stop, stop, stoooop, stooop, oop, oop..!!”
Unta tetap berlari, jurang sudah terpampang di depan mata. “Mati gue!” kata Mukidi. Tahu dia akan jatuh kejurang dan mati.
Dalam kepanikannya dia berteriak: “Innalillahi..!!” sambil memejamkan mata pasrah. Unta mendadak berhenti. Dan ketika Mukidi membuka mata. Dia melihat persis di tepi jurang. Saking senangnya tidak jadi mati, Mukidi berteriak: “Alhamdullilah!” 

Hahaha masih banyak Kisah-kiasah Mukidi lainnya yang bikin kocok perut kita..

1 Response to "Kumpulan Kisah Mukidi yang Bikin Kocok Perut dan Jadi Viral di Medsos "