Pengamat Politik CSIS J Kristiadi : Warga Jakarta Cinta Ahok Karena Kinerjanya Terbukti dan Baik

Pengamat politik CSIS J Kristiadi menilai kemantapan warga Jakarta memilih pasangan petahana Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada Serentak Februari 2017 didasarkan pada pertimbangan kapasitas, bukan primordial.  “Ketidakgoyahan pilihan pada Ahok-Djarot tersebut karena warga Jakarta puas dengan kinerjanya selama memimpin Jakarta, bukan terkait dengan primordial,” ujar Kristiadi di Jakarta, Minggu (25/9/2016).

Sehari sebelumnya, Media Research Center (MRC) mengeluarkan rilis hasil survei yang dilakukan pada 23-24 September 2016, atau sehari setelah KPU DKI Jakarta menerima pendaftaran tiga pasang calon gubernur-wakil gubernur DKI. Survei menunjukkan bahwa dari segi kekuatan pemilih atau mereka yang tidak akan mengalihkan pilihan ke bakal calon lain, Ahok-Djarot mendapat skor 71,6%. Semenara pasangan Anies-Sandiaga dan Agus Sylviana masing-masing mendapatkan 59,5% dan 53,5%.
“Menurut saya tingkat kemantapan pemilih Ahok itu sangat tinggi,” ujar Kristiadi.
Kristiadi menegaskan, saat ini hampir 75% warga Jakarta telah memutuskan akan memilih Ahok, dan tidak akan mengubah sikapnya hingga ke bilik suara pada Februari 2017. “Golongan ini dapat dikategorikan sebagai pasukan ‘pejah-gesang nderek Ahok’ (hidup-mati ikut Ahok),” kata dia.

Menjawab pertanyaan mengapa publik Jakarta begitu mencintai Ahok-Djarot, Kristiadi mengaitkan dengan tingkat kepuasan. “Coba kita tengok pelayanan di kantor kelurahan dan kecamatan, servis di rumah sakit umum daerah dan puskesmas, maka kita akan segera menemukan bukti bahwa terjadi peningkatan kinerja yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Hampir semua lini kehidupan warga Jakarta mengalami kemajuan dalam dua tahun terakhir. Kristiadi memberi contoh perihal kemajuan transportasi dalam kota.

“Bus TransJakarta sudah menjadi pilihan transportasi warga Ibu Kota, sehingga banyak kendaraan pribadi yang keluar garasi hanya di hari libur saja. Demikian pula untuk kebersihan jalan dan taman-taman yang sangat terjaga oleh Tim Kebersihan Pemprov DKI. Banjir memang masih terjadi, tetapi jarang dan cepat kering,” kata dia.

Senada dengan Kristiadi, hasil survei MRC itu juga memperlihatkan bahwa 75,3% warga Jakarta setuju jika di bawah kepemimpinan Ahok-Djarot, Jakarta menjadi lebih baik dibanding sebelumnya. Sedangkan yang mengatakan tidak setuju dan tidak tahu masing-masing sebesar 22% dan 2,7%.

“Saya kira tidak perlu melalui survei, kita sudah bisa merasakan bahwa di bawah Ahok, Jakarta menjadi lebih baik,” tuturnya.

Survei MRC juga memperlihatkan adanya lima hal positif pada diri Ahok. Ketika ditanya apakah responden menilai Ahok adalah sosok yang jujur dalam mengelola anggaran negara, 72,6% mengatakan setuju. Sedangkan yang ragu-ragu dan tidak setuju masing-masing 13,2% dan 12,4%.

Sementara itu ketika ditanya tentang keberhasilan ketika memimpin Jakarta, 80,4% responden menilai berhasil. Tiga poin lain yang dinilai menjadi hal positif dari Ahok adalah sikap tegas demi menegakkan kebenaran, kebijakan prorakyat dan memiliki komitmen memberantas korupsi di pemerintahannya.

Menurut Kristiadi, temuan survei itu sekadar menambalkan persepsi publik bahwa Ahok adalah figur yang sudah behasil membangun Jakarta sebagaimana yang mereka inginkan.

“Saya kira mau dilihat dari sisi mana saja, seluruh indikator akan memperlihatkan kecenderungan yang positif. Karena itu, saya belum berani membayangkan, bagaimana jadinya jika Jakarta bukan dipimpin oleh seorang yang bernama Ahok,” kata Kristiadi. Sumber: [bacakabar.com] - Infoilmiah1

1 Response to "Pengamat Politik CSIS J Kristiadi : Warga Jakarta Cinta Ahok Karena Kinerjanya Terbukti dan Baik"