Standard Ganda KPK, Kasus IG Seperti Sebuah Prestasi Besar KPK. Masih Ingat Kasus Siyono


OTT - Operasi Tangkap tangan KPK terhadap Ketua DPD RI Irman Gusman bagai Prestasi Besar dari KPK, padahal bisa saja ini merupakan sebuah rencana besar dari sebuah konspirasi politik dari kepentingan segelintir kepentingan yang terselubung.  

OTT yang terbilang sangat rapi dan profesional dengan mudah menetapkan IG sebagai tersangka dalam kasus penyuapan tersebut dalam hitungan jam. Apalagi dengan BB barang bukti uang senilai Rp 100 juta, yang terkesan mudah untuk menghilangkan praduga tak bersalah dan melupakan slogan KPK dengan yang terkenal itu tentang "Niat". 



Masih Ingatkah dengan kasus Penyuapan Keluarga Alm Siyono? Dengan jumlah uang yang sama. Ketika itu, uang Rp 100 juta dari Densus 88 untuk keluarga Siyono telah diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut KPK, uang tersebut tidak masuk dalam kategori korupsi.

Pelaksana Harian (Plh) Kabag Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak mengamini pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo bahwa uang 100 juta tersebut tidak termasuk kategori kasus korupsi.

“Iya, kalau misal melihat kasusnya itu memang bukan kasus korupsi,” kata Yuyuk dalam acara Pelatihan Bersama Peningkatan Kapasitas Apgakum dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi, Senin (23/05) di Hotel Aston.
Ia menambahkan bahwa sebuah kasus disebut korupsi jika nominalnya di atas satu miliar rupiah. 

“Bahwa untuk disebut kasus korupsi adalah adanya kerugian negara, lalu jumlahnya di atas satu milyar, kemudian menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” tambahnya.

Sebelumnya, setelah Siyono meninggal dunia, Densus 88 memberikan uang dua gepok kepada keluarga Siyono. Suratmi istri Siyono kemudian menyerahkan uang dari Densus 88 yang masih terbungkus rapi itu kepada PP Muhammadiyah, Selasa (29/3/2016). Wanita yang tidak berani membuka uang itu mengaku diintimidasi aparat untuk menandatangani surat agar tidak mebawa kasus ini ke jalur hukum.

Uang itu kemudian dihitung oleh Muhammadiyah dan Komnas HAM saat konferensi pers hasil autopsi Siyono, Senin (11/4/2016), dan diketahui berjumlah Rp 100 juta. Setelah diverifikasi, diselidiki dan diselesaikan oleh Pihak KPK, ternyata sedikitpun tidak ada unsur Korupsi dalam kasus Penyuapan tersebut.

Jadi Standard yang mana diambil oleh KPK saat ini? Sandiwara apa lagi yang sedang terjadi dengan KPK? Justru ini menjadi bumerang bagi KPK. Begitu cepat IG menjadi tersangka, seperti sudah lama mempelajari kasus yang sebenarnya bisa saja menjadi pengalihan isu besar lainnya, seperti kasus besar BLBI dan Century bahkan juga kasus Sumber Waras dan Reklamasi di DKI Jakarta. [Opini-infoilmiah1]

1 Response to "Standard Ganda KPK, Kasus IG Seperti Sebuah Prestasi Besar KPK. Masih Ingat Kasus Siyono"