Agama Islam Bukan Agama Teroris


Teror tidak mungkin lahir dari rahim agama, tetapi pasti lahir dari akal-akal yang rusak, hati yang keras, dan jiwa yang sombong. Sesungguhnya hati-hati yang bertuhan tidak mengenal kerusakan, tidak mengerti apa itu penghancuran, dan tidak mengetahui kesombongan. Karena hati manusia yang bertuhan telah akan penuh dengan kebaikan, kedamaian dan sifat tawadlu’.
Agama Islam adalah agama yang menjunjung tinggi toleransi dan kehidupan yang damai dengan semua manusia. Agama Islam melihat bahwa semua manusia adalah makhluk yang mulia dan terhormat -tanpa pandang bulu-.
Allah berfirman, “sesungguhnya Kami telah memuliakan anak Adam. Dan Kami membawa mereka ke darat dan ke laut. Kami memberikan mereka rizki yang baik, dan Kami melebihkan mereka di atas makhluk-makhluk yang lain dengan suatu kelebihan”. ( QS. Al-Isra’: 70).
Islam telah meletakkan sebuah undang-undang yang mengatur hubungan antara seorang muslim dengan orang non muslim dalam kehidupan bermasyarakat.
Allah berfirman, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada orang non muslim selama mereka tidak memusuhimu atau mengusirmu dari rumahmu”. (QS. al-Mumtahanah: 8).
Ayat itu memerintahkan kepada kita agar berbuat baik kepada orang non muslim dan tidak menyakiti mereka. Di sini seolah-olah Allah hendak memerintahkan orang Islam agar ia bekerja sama dengan orang non muslim selama bertujuan untuk kebaikan bersama.
Orang yang memahami agama Islam dengan benar akan mengatakan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan pentingnya kedamaian. Dari asal katanya Islam berarti damai. Bahkan kata as-salam (selamat / damai) adalah salah satu nama Allah yang mulia.
Allah SWT berfirman, “Dialah Allah yang tiada tuhan melainkan Dia. Dialah Allah yang merajai, yang maha suci, yang maha menyelamatkan, yang maha mengamankan, yang maha menguasai, yang maha perkasa, yang maha memaksa, dan yang maha agung. Maha suci Allah dari apa yang mereka sekutukan”. (QS. Al-Hasyr: 23).
Allah juga menjadikan kata salam sebagai ucapan saling menghormati ketika mereka saling bertemu.
Salam adalah kalimat pertama yang mereka tulis di berbagai tempat, dan surga Allah dinamakan daaru assalaam (rumah yang penuh dengan kedamaian).
Allah berfirman,
لَهُمْ دَارُ السَّلامِ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَهُوَ وَلِيُّهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
bagi orang-orang Islam itu surga sebagai hadiah dari Allah. Dan Allah akan menolong mereka di hari kiamat, karena amalan-amalan yang telah mereka kerjakan”. (al-An’am: 127).
Kalimat as-salam adalah syiar agama Islam di seluruh penjuru dunia sejak munculnya sampai sekarang. Kalimat itu adalah syiar ketika seseorang bertemu dengan orang lain. Begitu pula ketika akan berpisah mereka terlebih dulu menyiarkan kedamaian dengan mengucapkan assalaamualaikum (semoga kedamaian terlimpah atasmu).
Kedamaian ini tidak hanya sebatas orang-orang Islam saja. Akan tetapi setiap muslim meyakini bahwa setiap orang dengan agama dan keyakinan apapun berhak untuk hidup aman dan damai ketika ia tinggal di negara Islam.
Menjaga dan melindungi kaum non muslim yang berada di negara yang mayoritas penduduknya Islam hukumnya wajib. Bahkan Islam sangat menekankan wajibnya orang muslim untuk menjaga mereka.
Agama mengancam dan menghukum siapa saja yang menyakiti dan berbuat dzolim kepada orang non muslim yang baik, karena Allah tidak menyukai orang yang berbuat dzolim. Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada mereka.
Akan tetapi sebaliknya, Allah akan mempercepat siksaan mereka di dunia. Atau Ia akan menangguhkan siksaan dunia dan akan melipat gandakan siksaan-Nya di akherat kelak.Na’udlubillahi min dzaalik.
Sangat banyak dalil yang menjelaskan tentang keharaman berbuat dzolim. Diantaranya hadits yang mengancam orang yang berbuat dzolim kepada kafir dzimmi (non muslim yang baik yang tingal di negara Islam). Nabi Muhammad SAW bersabda, “barang siapa yang berbuat dzolim kepada kafir dzimmi, merendahkan haknya, atau membebaninya dengan beban yang diluar kemampuannya, atau mengambil sesuatu dari mereka dengan tanpa izin, maka Aku akan menjadi penentangnya di hari kiamat”. (HR. Abu Dawud, Al-Baihaqi).
Islam sangat menyerukan kedamaian, karena dengannya kehidupan akan menjadi tenang dan tentram. Masyarakat yang menyukai kedamaian akan cepat menjadi masyarakat yang maju. Masyarakat yang maju akan membuat bangsa dan negara menjadi maju. Sikap toleransi kepada orang-orang yang memiliki agama yang berbeda akan menciptakan persatuan dan kesatuan sebagai sesama bangsa dan negara. Sehingga sebuah negara akan menjadi negara yang kuat, aman dan damai.
Bukanlah sikap yang terpuji apabila Islam dianggap sebagai teroris hanya karena ada sekelompok orang yang berbuat kerusakan yang mengaku-aku sebagai pemeluk agama Islam. Pada dasarnya semua agama menyeru kepada kebaikan. Akan tetapi pemeluk agama yang memiliki akal yang rusak dan jiwa yang busuk akan membuat agama yang putih seolah-olah memiliki warna lain.
Kita bisa melihat agama nasrani misalnya. Agama nasrani menyeru umat manusia untuk menyebarkan cinta kasih. Namun apabila kita menengok sejarah, pernah ada sekelompok orang nasrani yang melakukan perbuatan dzolim kepada pemeluk agama lain. Gereja di negara Spanyol pernah melakukan tindakan penyiksaan kepada orang-orang muslim dan orang-orang yahudi.
Mereka juga mengusir bangsa yahudi yang disebabkan penyebaran filsafat dan pemikiran Ibnu Rusydi. Gereja memutuskan untuk menghukum setiap orang yahudi yang tidak menerima ketetapan gerejaOrang-orang yahudi dibolehkan untuk pergi meningalkan tempat tinggal dan kampung halamannya dengan syarat mereka tiak boleh membawa perbekalan. Di sepanjang perjalanan mereka ditimpa kelaparan, Sehingga banyak diantara mereka yang mati kelaparan.
Kita tidak boleh meyakini bahwa perbuatan orang-orang nasrani yang menganiaya orang-orang yang berbeda agama itu sebagai ajaran agama nasrani. Kita memiliki akal sehat dan mampu membedakan antara ajaran agama nasrani dengan praktek-praktek kejahatan yang dilakukan oleh sebagian pemeluk agama nasrani.
Begitu pula dengan apa yang terjadi di Afganistan. Banyak desa yang dihancurkan, banyak orang-orang tak berdosa yang dibunuh hanya karena kejahatan satu orang, dengan tuduhan ia memiliki senjata pemusnah masal. Tuduhan itu sebenarnya adalah tuduhan bohong yang dibuat-buat agar Amerika bisa mengambil apa yang menjadi keinginannya.
Orang-orang yahudi di Israel yang melakukan kejahatan terhadap orang-orang Islam palestina. Kita tidak mungkin menganggapnya sebagai ajaran agama yahudi. Pada hakekatnya semua agama datang untuk menyebarkan kedamaian dan kasih sayang diantara sesama manusia.
Kejahatan dan terorisme yang terjadi sesungguhnya tidak timbul dari ajaran agama Islam. Tapi ia timbul sebagai akibat dari akal yang rusak dan hati yang takabur. Para pelaku teror itu telah mempraktekkan apa yang telah di firmankan Allah SWT di dalam Al-Qur’an, “dan diantara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau wahai Muhammad. Dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling dari engkau dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, serta merusak tanaman-tanaman dan ternak.
Dan Allah tidak menyukai kerusakan. Dan apabila dikatakan kepadanya “bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya neraka jahanam. Dan sungguh jahanam itu tempat tinggal yang buruk”. (QS. Al-Baqarah: 204-206).
Mari kita memohon kepada Allah SWT agar memberikan hidayah kepada kita, anak-anak kita, negara kita,dan seluruh umat Islam. Wallahu a’lam
[ii1-ebh]


0 Response to "Agama Islam Bukan Agama Teroris"

Posting Komentar