Bukan Negara Islam, Jangan Paksakan Pemimpin Harus Islam


Karena Negara Indonesia adalah Negara Pancasila dan bukan Negara Islam serta menganut sistem demokrasi, tidaklah tepat bila ada pihak-pihak tertentu yang memaksakan bahwa yang menjadi pemimpin haruslah beragama Islam. Hal ini ditegaskan Pimpinan Khilafatul Muslimin Wilayah Lampung Timur, Provinsi Lampung Fathul Inam.


"Kalau di negara Islam, ya harus beragama Islam pemimpinya, tapi di negara dengan sistem pemerintahan bukan Islam ya tidak harus, siapa saja boleh memimpin," ujar Fathul Inam, saat dimintai pendapatnya terkait polemik haruskah pemimpin di Indonesia beragama Islam, di Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Minggu (23/10/2016).

Dia menambahkan, meskipun Islam menganjurkan pemimpin bagi umat Islam wajib beragama Islam, tapi di negara Indonesia yang menganut Pancasila dan adalah negara demokrasi, pemimpin tidak harus beragama Islam. Bila tidak maka diskriminatif terhadap agama lainnya.

“Tidaklah tepat Negara yang menganut sistem demokrasi dan bukan Negara Islam, tapi memaksakan hukum islam di dalamnya,” katanya serperti dilansir kantor berita Antara, Minggu (23/10/2016) silam.

Peraturan KPU No. 12 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota juga tidak menyaratkan status keagamaan seorang calon.

Persyaratan yang dituntut dari seorang calon antara lain: Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; Setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, cita- cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia; Berpendidikan paling rendah sekolah lanjutan tingkat atas atau sederajat; Berusia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun untuk Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dan 25 (dua puluh lima) tahun untuk Calon Bupati dan Wakil Bupati atau Calon Walikota dan Wakil Walikota; Mampu secara jasmani dan rohani berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh dari tim dokter. [ii1]

11 Responses to "Bukan Negara Islam, Jangan Paksakan Pemimpin Harus Islam"

  1. Sila Pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, sedangkan Esa artinya SATU, TUNGGAL. Konsekuensinya, kalau ada yang tuhannya tidak tunggal, maka tentu saja sangat bertentangan dengan Pancasila. Sebagai contoh, agama yang bertuhankan HOHO, HIHI, dan BOLU KUKUS tentu saja bertentangan dengan Pancasila. :v

    HOHO, HIHI, dan BOLU KUKUS, sodara-sodaraaaa! Sungguh duahsyat sodara-sodaraaaa! >:(

    BalasHapus
  2. Dugaan Pelanggaran Serta Tindak KKN Yang Melibat Kan Perusahaan Perkebunan PT Sumatera Anugerah Jaya MBM Suda di Lapor Kan Di Kejaksaan Negeri Kab Banyuasin Sum-Sel



    MASYARAKAT BANYUASIN MENGGUGAT
                ********* “MBM” ********


    No Surat : 0015/SKU-MBM/M/BA/Vlll/2016

    Lampiran : terlampir
    peri hal    : Dugaan Tindak KKN Yang Di Lakukan Perusahaan Perkebunan Kelapa sawit + Karet , PT Sumatera Anugerah Jaya. Di Desa Meranti dan Desa Lebuk Karet Kecamatan Suaktape Kabupaten Banyuasin Sum-Sel


    Banyuasin 04,Oktober 2016
    Kepadah Yth : Kepala Kejaksaan Negeri Kab Banyuasin Sum-Sel.
    Di
    Tempat' Pengkalan Balai Kab Banyuasin.


    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh” Teriring doa dan salam Semoga ALLAH S.W.T. Tuhan yang maha Esa Insa Allah Senan tiasa mencurah kan Rahmat’hidaya,taufik dan Nikmat-NYA Kepada Kita Semua”Dalam Setiap Saat..Dan Tak,Henti – Henti nya Shalawat Dan Salam Beserta Rasa Syukur Yang Tak,Terhingga Kepada Junjungan Kita : Nabi Besar Baginda Nabi Muhammad S.A.W.  Yang Telah Menyelamat Kan’Kita Dari Alam Yang Gelap Gulita Menjadi Alam Yang Terang Benderang,Rahmatan Lil,Alamin”

    Dengan ini Saya Atas Nama MBM Masyarakat Banyuasin Menggugat Bertanda Tangan Di Bawa Ini :
    Nama : Roni Paslah
    No.identitas,( KTP/SIM/PASPOR) : 1607111203820002
    Alamat : Dusun 1 RT/RW : 04/01 Desa Tebing Abang‎ Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.
    Phone: +6282280023160
    Website: https://ronihalix2014.wordpress.com
    Email: mbm.menggugat99@gmail.com

    MBM,Masyarakat Banyuasin Menggugat..Meminta Kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kab Banyuasin Bapak Asmadi,SH.. Menindak Dugaan Tindak KKN Yang Di Lakukan Perusahaan Perkebunan Kelapa sawit + Karet , PT Sumatera Anugerah Jaya. Di Desa Meranti dan Desa Lebuk Karet Kecamatan Suaktape Kabupaten Banyuasin Sum-Sel Yang Didalangi Oleh Oknum Oknum Pejabat Pemerinta Daerah Kabupaten Banyuasin Sum-Sel Perusahaan Perkebunan PT Sumatera Anugerah Jaya Yang Tidak Dilengkapi Documen Documen Resmi Sampai Saat ini Sementara Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit + Karet PT Sumatera Anugerah Jaya, Sebagian Besar Suda Produksi Dari Tahun 2014.
    Menurut Hukum Yang Berlaku Dan Pelangaran Pelangaran Yang Di Lakukan PT Sumatera Anugerah Jaya, Maka perusahaan-perusahaan yang demikian terbilang tidak memiliki keabsahan hukum untuk melakukan tindakan-tindakan hukum seperti mengoperasionalkan perkebunan sawit sebelum dipenuhinya syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh aturan perundang-undangan. Karena, sebagaimana diketahui dalam setiap SK HGU ada klausul yang menyatakan bahwa apabila kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepada pemegang HGU tidak dipenuhi, maka SK HGU batal dengan sendirinya. Jika SK HGU tersebut secara hukum batal, maka seluruh kegiatan usaha harus dihentikan demi hukum, karena sudah tidak ada lagi alas hak yang menjadi dasar hukum pengoperasian perusahaan.


    Dengan Konsistensi nasionalisme dan Etikat yang Luhur atas kerjasama dan Tanggung jawap Nya” saya ucap kan Terima Kasi”Billahi Taufik Walhidaya Wassalamu’Alaikum Wr,Wb”



    Banyuasin 04 Oktober 2016
    Masyarakat Banyuasin Menggugat

                  “MBM”

    TERTANDA : RONI PASLAH



    TEMBUSAN :
    1) bapak kapolri di jakarta
    2) kejaksaan agung di jakarta
    3) komisi pemberantasan korupsi kpk
    4) Komisi kepolisian indonesia
    5) Komnas HAM


    https://sangrajalangit99.wordpress.com/2016/10/26/dugaan-pelanggaran-serta-tindak-kkn-yang-melibat-kan-perusahaan-perkebunan-pt-sumatera-anugerah-jaya-mbm-suda-lapor-kan-di-kejaksaan-negeri-kab-banyuasin-sum-selnamun-sampai-saat-ini-kejari-kab-bany/

    BalasHapus
  3. Plagiat ini pemilik situs, Bisa kena pelanggaran hak cipta nih template Evo Magz di akui sebagai desainnya

    BalasHapus
  4. Betul karna mereka yang membuat negara ini bukan negara Islam
    Tapi kita harus ingat yg ciptaKAN bumi ni siapa? termasuk Indonesia di dalamnya
    Dan yang membebaskan Indonesia dari penjajahan siapa?

    BalasHapus
  5. Mereka yang berkata"Indonesia bukan negara Islam"yaitu mereka yang tidak rela melihat Islam jaya di indonesia

    BalasHapus
  6. http://www.apakabardunia.com/2014/06/esa-pada-sila-pertama-bukan-berarti-satu.html

    Sekiranya, pidato Soekarno di bawah ini bisa menjelaskan hal tersebut.

    Prinsip yang kelima hendaknya: Menyusun Indonesia Merdeka dengan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

    Prinsip Ketuhanan! Bukan saja bangsa Indonesia bertuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya bertuhan Tuhannya sendiri. Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa al Masih, yang Islam bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad s.a.w., orang Buddha menjalankan ibadatnya menurut kitab-kitab yang ada padanya. Tetapi marilah kita semuanya ber-Tuhan. Hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa. Segenap rakyat hendaknya ber-Tuhan secara kebudayaan, yakni dengan tiada "egoisme-agama". Dan hendaknya Negara Indonesia satu Negara yang bertuhan!

    Marilah kita amalkan, jalankan agama, baik Islam, maupun Kristen, dengan cara yang berkeadaban. Apakah cara yang berkeadaban itu? Ialah hormat-menghormati satu sama lain.

    Nabi Muhammad s.a.w. telah memberi bukti yang cukup tentang verdraagzaamheid, tentang menghormati agama-agama lain. Nabi Isa pun telah menunjukkan verdraagzaamheid. Marilah kita di dalam Indonesia Merdeka yang kita susun ini, sesuai dengan itu, menyatakan: bahwa prinsip kelima dari pada Negara kita, ialah Ketuhanan yang berkebudayaan, Ketuanan yang berbudi pekerti yang luhur, Ketuhanan yang hormat-menghormati satu sama lain. Hatiku akan berpesta raya, jikalau saudara-saudara menyetujui bahwa Negara Indonesia Merdeka berazaskan Ketuhanan Yang Maha Esa!

    BalasHapus
  7. https://oktavianipratama.wordpress.com/matakuliah-umum/kewarganegaraan/arti-dan-makna-sila-ketuhanan-yang-maha-esa/

    Pasal 29 UUD 1945

    (1) Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa

    (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya

    BalasHapus
  8. Rakyat indonesia [skalipun tdk semua] mayoritas sangat mencintai Presiden Jokowi... sudah lama mereka menginginkan FPI dibubarkan krn selama ini yg dipertunjukkan bukanlah membela islam tapi keonaran, kebringasan, kekacauan dan kekerasan kejahatan manusia dgn senanghati atas nama agama...

    selebihnya penghinaan terhadap simbol asas negara dan Presiden-RI bahkan ancaman2 menguasai istana, dgn menghasut masyarakat luas utk memusuhi agama lain skaligus ajakan membunuh pendeta... ironis ada seorang rizieg dibiarkan bebas bak jagoan di republik ini yg ditakuti!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ROY K, hari gini masih aja anda korban media, dari mana anda dpt informasi bahwa habieb riziq membenci agama lain dan ajakan membunuh pendeta. padahal kami tahu kebanyakan org2 seperti anda sering melakukan fitnah sebagai kamuflase untuk menutupi bahwa, memang sudah dari lubuk hatimu yg paling dalam penuh dgn kebencian pad umat islam. itu sudah kebaca bro.

      Hapus
  9. Pimpinan Khilafatul Muslimin Wilayah Lampung Timur, Fathul Inam. sebaliknya negara juga menjamin (pasal 29 UUD 1945) umat islam untuk beribadah menurut keyakinannya, misal: berdakwah meyampaikan kepada kaum muslimin sesuai petunjuk qur'an untuk tidak memilih pemimpin non islam. ini yg disebut pancasialis. simpel kan !

    BalasHapus