Terharu! Ada Air Mata Dihari Terakhir Ahok Ngantor di Balai Kota


Juju Juansih, 51, duduk lemas di pendopo Balai Kota DKI. Dirinya ingin menemui Gubernur DKI Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama. Juju cemas, rumahnya kerap dilanda banjir.

Sedari pagi, Juju sudah menunggu Ahok bersama puluhan warga lainnya. Juju langsung mencegat saat Ahok tiba di Balai Kota. Seketika itu Juju menangis, suaranya parau dan bergetar. Sambil sesegukan, dia menceritakan kondisi rumah yang dikontraknya di Duren Sawit, Jakarta Timur, yang sudah tak layak huni.

Wanita yang memiliki KTP DKI ini terus terang meminta unit rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) kepada Ahok. Juju tak sanggup membayar sewa kontrakan Rp550 ribu per bulan.

“Tolong saya, pak Ahok,” mohon Juju kepada Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016).

Juju mengaku sudah lama menjanda. Selama ditinggal suami, ia menjadi tulang punggung keluarga. Pendapatannya sebagai tukang pijat tak mampu membiayai sewa rumah.

“Pemasukan cuma dari panggil urut sama jualan. Saya mau ditempatkan di rusun di mana saja, kalau bisa di Duren Sawit‎,” kata Juju.

Ahok meminta Juju mengeluarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Dia juga meminta Juju tenang. Setelah mengecek KTP, bekas Bupati Belitung Timur itu menyarankan Juju membuat proposal agar memperoleh bantuan rusun.

Selepas itu, Ahok langsung melayani warga lainnya yang masih antre. Selain mengadu, ada beberapa warga yang ingin sekadar berswafoto dan mengucapkan selamat kepada Ahok.

Hari ini adalah hari terakhir Ahok ngantor. Satu jam lebih Ahok melayani warga. Walhasil, Ahok telat mengejar agenda pengarahan cuti kampanye Pilgub DKI Jakarta di Balai Agung.

Pada acara itu, Ahok memberitahu dirinya tidak akan masuk kerja mulai Jumat, 28 Oktober. Di hadapan ratusan PNS DKI, Ahok mengatakan, dirinya akan merindukan Balai Kota. Selama cuti, Ahok minta PNS DKI tetap disiplin dan bekerja seperti biasa.

“Saya enggak kerasa bolak balik empat tahun lewat jalan yang sama,” kenang Ahok saat membuka pidato.

Pada kesempatan itu pula, Ahok memperkenalkan Pelaksana Tugas (Plt) DKI, Soni Sumarsono, yang melanjutkan pekerjaan Ahok untuk enam bulan mendatang. Ahok mengingatkan, cara kerja Sumarsono lebih keras dari dirinya.

Di hari terakhir Ahok bekerja, aktivitas unjuk rasa masih mewarnai Balai Kota. Kali ini, ratusan massa dari serikat buruh menggeruduk Balai Kota. Mereka meminta jaminan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI 2017.

Sebelum hengkang, suami Veronica Tan itu mengurus berbagai perizinaan. Kata Ahok, banyak surat disposisi yang belum ditandatangani. “Beresin berkas saja supaya enggak terlalu bebanin Plt. Kan masih banyak disposisi,” kata Ahok.

Ahok memutuskan tidak mengangkut barang pribadinya dari ruang kerja. Dia menegaskan, dirinya hanya cuti, bukan mengakhiri jabatan.

Ahok sudah ikhlas meninggalkan Balai Kota. Dia bilang, Plt Sumarsono sudah memiliki segudang pengalaman mengurus provinsi yang ditinggal kepala daerah yang mengikuti kampanye.

“Beliau lebih kuasai adminstrasi, (jabat) Dirjen 33 tahun, pernah jadj Plt di Sulut (Sulawesi Utara) juga. Saya cuma pesan soal anggaran, dan beberapa hal saja,” kata Ahok. [ii1]


1 Response to "Terharu! Ada Air Mata Dihari Terakhir Ahok Ngantor di Balai Kota"