Ustadz Arifin Ilham dan Puluhan Peserta Aksi Bela Islam 4 Nov Tertembak Aparat


Aksi bela Islam yang dilakukan oleh jutaan kaum muslimin di Jakarta berlangsung ricuh. Aparat kepolisian menembakkan gas air mata sejak pukul 18.15 wib. Tembakan gas air mata selanjutnya terjadi bertubi-tubi mulai pukul 19.30 hingga 20.15 wib.

Akibat serangan tembakan gas air mata tersebut, ada puluhan massa terluka. Bahkan dikabarkan ada 1 orang meninggal dunia.

Pantauan di RS. Budi Kemuliaan, ada puluhan korban luka-luka. Rata-rata terjadi akibat tembakan gas air mata.

Selain karena tembakan gas air mata, ternyata pihak aparan kepolisian juga menembakkan peluru karet kepada umat Islam. Beberapa orang didapat luka-luka akibat tembakan tersebut.

Muhammad Rizki, laskar FPI yang menjadi korban penembakan peluru karet mengatakan, dirinya tertembak saat sedang duduk-duduk.

“Tiba-tiba ada ledakan dan terasa sakit sekali di perut ini, ternyata tertembak,” kata Rizki, Jumat (4/11/2016)

Ada 4 luka pada tubuh Rizki, seperti yang terlihat pada perban yang menempelnya.

Selain Rizki, ada pula Asep. Pria asal Rawa Belong ini tertembak saat sedang berada digaris depan. Menurut Asep, polisi menembak dengan menggunakan mobil.

“Mereka tiba-tiba tembakin kita dengan brutal,” kata Asep.

Asep mengatakan, polisi juga sengaja menembakkan gas air mata kepada mobil yang ditumpangi habib Rizieq dan para tokoh lainnya.

“Itu polisi sengaja mengarah ke mobil habib,” kata Asep.

Sampai saat ini, masih ada puluhan pasien bergelimpangan di ruangan RS Budi Kemuliaan. Diantara pasien tersebut ada tokoh ternama seperti Ustadz Arifin Ilham, KH. Fachrurozi Ishaq dan Habib Hamid Al Atas. [ii1]

1 Response to "Ustadz Arifin Ilham dan Puluhan Peserta Aksi Bela Islam 4 Nov Tertembak Aparat"

  1. Lucu kali tertembak tapi ekspresi nya?? Hahaha
    Kalau buat berita itu yg betul aja lah min, manfaatin sensasi.

    BalasHapus