Keberhasilan Ahok Selama Memimpin DKI Jakarta


Pendukung calon gubernur petahana Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) menyebutkan sejumlah prestasi Ahok di Jakarta. Mulai soal pertumbuhan ekonomi, Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga pembangunan infrastruktur.

"Kami mengapresiasi pembangunan infrastruktur di Jakarta," kata Juru bicara tim pemenangan Ahok, Miryam S Haryani dalam diskusi bertajuk 'Seminar Nasional, Mengupas Capaian Pembangunan DKI Jakarta'.

Diskusi ini digelar relawan pendukung Ahok yakni Sekretariat Bersama Rakyat (SEKBER) di Restoran Griyo Kulo, Jalan Moh Kahfi, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (23/11/2016).

Hadir dalam diskusi, Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan DKI Massdes Arouffy, Kepala Seksi Perancangan Taman Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Hendrianto, aktivis SEKBER Surya Vantiantara, dan anggota Komisi V DPR dari Partai Hanura yang juga juru bicara tim pemenangan Ahok, Miryam S Haryani. Hadir pula Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Irmansyah.

Disebutkannya, pertumbuhan ekonomi DKI kuartal kedua 2016 menurut Badan Pusat Statistik yakni sebesar 5,8 persen. Pertumbuhan ini di atas target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4 persen.

Pembangunan infrastruktur dan transportasi massal harus dipertahankan. Ini adalah bukti kerja Gubernur Ahok, juga berkat dukungan masyarakat Jakarta.

Namun dia mengungkapkan kekurangan, yakni angka kemiskinan hanya turun sedikit saja sebesar 0,14 poin. Ini jadi pekerjaan rumah untuk Pemprov DKI. Secara keseluruhan, dia menyatakan pemerintahan di DKI sudah sejalan dengan semangat Nawa Cita Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Untuk solusi kemacetan Jakarta, Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan DKI Massdes Arouffy berbicara. Setiap hari ada 300 mobil dan 1.200 motor baru di Jakarta. Tentu kebijakan penjualan kendaraan bermotor juga merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. 

Namun solusi mengatasi kemacetan Jakarta sudah dilakukan, yakni dengan cara penambahan bus Trans Jakarta hingga penerapan sistem pembatasan kendaraan secara 'ganjil-genap'. 

Kepala Seksi Perancangan Taman Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Hendrianto menjelaskan perihal pengembalian ruang terbuka hijau (RTH), contohnya wilayah Kalijodo yang sekarang akan dibangun taman sekaligus sarana olahraga. Untuk 2017, Dinas Pertamanan DKI akan membangun Taman Lapangan Banteng agar masyarakat sadar dengan nilai sejarah kemerdekaan yang ada di tempat itu.

"Untuk 2017, kami punya target membangun 100 RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak)," kata Hendrianto.

Aktivis SEKBER Surya Vandiantara menjelaskan, PAD DKI berhasil naik dari tahun 2014 ke 2015. Pada 2014, PAD DKI sebesar Rp 43.824.300.560.665,00. Sedangkan pada 2015, naik menjadi Rp 44.209.238.168.583,00. 

"Ini adalah keberhasilan DKI dalam meningkatkan anggaran pendapatannya," kata Surya.

Pemprov DKI mampu menaikkan pendapatannya dari sektor pajak dan hibah. Sejalan dengan itu, ketergantungan DKI terhadap transfer pusat ke daerah juga berhasil dikurangi. 

"Tingkat penurunan pendapatan transfer pusat ke daerah pada 2014 sebesar Rp 12,1 triliun, turun di 2015 menjadi Rp 8,6 triliun. Ada penurunan transfer pusat ke daerah. Ini artinya Pemprov DKI mampu menunjukkan ketergantungan daerah ke pusat bisa dikurangi dengan meningkatkan PAD," tutur Surya. [ii1]

0 Response to "Keberhasilan Ahok Selama Memimpin DKI Jakarta"

Posting Komentar