Pendeta Saefuddin Ibrahim Menghina Islam, Alqur'an dan Ormas Islam


menurunkan dialog antara Kristolog Insan Mokoginta dengan Pendeta Saefudin Ibrahim. Penuh dengan penistaan terhadap Allah, Rasul, Islam dan Ormas Islam. Saefudin Ibrahim, seoran da’I yang murtad, berasal dari NTB, dan pernah berada di Pesantren Zaitun, Subang, Jawa Barat. Inilah bagian-bagian isi dialog itu :

Pendeta Saefudin Ibrahim : Kaum teroris sering muncul kalau tidak dikatakan SELALU, dari keturunan Ismael sejak Ismael terusir dari rumah ayahnya Abraham. Roh Ismael dilanjutkan dengan perkawinan anak Ismael dengan Essau saudara kembar Israel, ROH KECEWA itulah yang dibawa oleh Ismael menitis sampai hari ini kepada keturunannya di Palestina, Arab dan di mana-mana.

Insan Mokoginta : Kesannya seolah Islam itu sejak dahulu dan seterusnya kejam, identic dengan teroris. Ini pelecehan atas leluhur Nabi Muhammad shallahu alaihi wassalam.

Pendeta Saefudin Ibrahim : Semua ajaran Islam terkunci, karena harus memulai dari mana kalau belajar agama tersebut. Ibadahnya harus memakai bahasa Arab, yangn tidak dimengerti oleh mereka sendiri. Mau praktek juga susah, orang Islam ssendiri juga akan putus asa kalau mengikuti dengan taat. Mulai dari shalat? Orang Islam sendiri jarang shalat. Gak shalat masuk neraka, kalau shalat nggak sempat. Apalagi kalau dia tukang ojek, atau tukang becak, petani hanya sebagai pekerja rendahan, ataukah dia bos, sama saja. Dan ibadah yang paling sulit. Susah dimengerti. Karena semua hanya hafalan.

Insan Mokoginta : Seolah Islam itu hanya mempersulit bagi kaum yang kurang mampu.Dan shalat dianggap merepotkan saja, tida perlu.. Zaman

Pendeta Saefudin Ibrahim : Bangsa Arab, Mesir, Syria, Indonesia, tidak kenal hukum YAHWE. Mereka hidup dalam kebodohan. Zaman jahiliyah. Zaman kawin tanpa hukum. Menghina wanita, zaman poligami. Zaman batu. Hukum padang pasir. Zaman kuda gigit besi. Lagu padang pasir, perilaku ABUNAWAS.

Insan Mokoginta : Kesannya seolah Islam agama serba primitive, dan serba jelek, kuno bahkan ABUNAWAS.

Pendeta Saefudin Ibrahim : Karena itu tidak diperlukan ajaran dari nabi dan rasul setelah YESUS KRISTUS. Tidak ada nabi Arab, Tidak ada Mesias. SELESAI!

Insan Mokoginta : Berarti keberadaan Nabi Muhammad apalagi orang Arab, tidak diakui.

Pendeta Saefudin Mokoginta : Waraqah bin Naufal mendukung Kenabian Muhammad, karena sudah tua, dan matanyapun buta, kena glukoma sehingga tidak pernah membaca seluruh Alkitab. Bila Waraqah bin Naufal masih hidup, ketika hukum Alkitab dijungkir balikkan oleh Muhammad, maka dia akan menyesal telah mengucapkan dukungan kepadanya (Muhammad).

Insan Mokoginta : Kesan seolah Nabi Muhammad yang jungkir balikkan hukum Allah, dan Waraqah menyesal mendukung Muhammad.

Pendeta Saefudin Ibrahim : Tapi hukum jahiliyah yang diambil oleh Muhammad seperti tidur dengan budak tanpa menikah lebih dahulu. Itu yang dilakukan oleh Muhammad terhadap Maryam Qibtiyah.

Insan Mokoginta : Berarti hukum yang diajarakan Muhammad, hukum jahiliyah, dan beliau berzinah dengan budak tanpa nikah.

Pendeta Saefudin Ibrahim : Pak Insan, kalau ada laki-laki umur 52 tahun, kawin dengan perempuan umur 6 tahun, lalu tidur sebagai suami isteri umur 9 tahun, apakah bapak hormat kepada laki-laki itu?

Insan Mokoginta : Ini jelas pelecehan terhadap Nabi Muhammad saw, juga membuat opini buruk, agar umat tidak suka dengan Rasulullah.

Pendeta Saefudin Ibrahim : Sedang Muhammad menikah dengan Zainab binti Jasyi istri anak angkatnya hari itu diceraikannya, hari itu juga masuk kamar dinikahkan oleh Allah dan saksinya malaikat Jibril, tanpa iddah seperti yang diajarkan dalam Islam.

Insan Mokoginta : Ini jelas pelecehan dan penghinaan dan merendahkan martabat Nabi Muhammad.

Pendeta Saefuddin Ibrahim : Pertanyaan paling besar adalah apakah Muhammad punya mukjizat atau tidak? … Muhammad tidak dinubuatkan oleh Bani Israel atau nabi manapun.

Insan Mokoginta : Berarti Muhammad bukan seorang Nabi Allah.

Pendeta Saefudin Ibrahim : Sedang Muhammad semua nubuatnya meleset, dia bernubuat baha Yahudi pecah menjadi 71 golongan, Kristen pecah menjadi 72 golongan, Ilsam pecah menjadi 73 golongan. Tapi apa hasilnya? Semua meleset. Namun ulama pasti bisa membela diri dengna jawaban ABUNAWAS.

Insan Mokoginta : Ini pelecehan terhadap Hadits nabi dan para ulama. Bahkan dikatakan ABUNAWAS.

Pendeta Saefudin Ibrahim : Al-Qu’an mengandung cacat sejarah, geografis, doktrin bahkan secara gramatikal dan sebagianya. Al Qur’an telah mengambi keuntungan dengan pertikaian dari dalam antara orang Kristen masa aitu, tentang TRITUNGGAL, Roh Kudus .. dan seterusnya. Al Qur’an tidak bisa diurai kembali, meskipun semua ulama di dunia berkukmpul untuk menjawabnya.

Insan Mokoginta : Ini pelecehan terhadap Al-Qur’an dan merendahkan wahyu Allah, yang dianggap seolah al-Qur’an buatan manusia.

Pendeta Saefudin Ibrahim : Hai Pak Kiai, al-Qur’an yang ada di tanganmu bukan kata-kata saya, dan Muhammad meminjam nama nabi-nabi Al-Kitab lalu membuat seolah-olah nabi itu berkata bla .. bla … padahal nabi-nabi itu tidak berkata seperti itu.

Insan Mokoginta : Berarti Nabi Muhammad menjiplak al-Qur’an dari al-Kitab, dan membohongi umat Islam.

Pendeta Saefudin Ibrahim : Artinya hanya Muhammad seorang yang menyaksikan perkataannya sendiri sebagai wahyu. Dan itu mengatasnamakan JIBRIL, dan JIBRIL dari Alla, juga tidak bisa disaksikan oleh siapa-siapa.

Insan Mokoginta : Jelas ini pelecehan terhahdap Muhammad yang berbohong mengatas-namakan JIBRIL.

Pendeta Saefudin Ibrahim : Bagaimana bisa larut kalau melihat al-Qur’an semacam ini? Satu-satunya cara adalah jadi BUNGLON, MUNAFIQ. Sikap munafiq yang ditempelkan oleh Muhammad kepada mereka terpaksa diterima.

Insan Mokoginta : Berarti Muhammad mengajarkan sifat munafiq, jadi seperti BUNGLON dan harus diterima kaumnya.

Pendeta Saefudin Ibrahim : Pedang tidak pernah berhenti menaungi keturunan Muhammad dan pengikutnya sampai sekarang.

Insan Mokoginta : Ini pelecehan terhadap agama Islam dan Nabi Muhammad.

Pendeta Saefudin Ibrahim : Bagaimana Muhammad mengerahkan tentara untuk membunuh orang-orang Yahudi dan Nasrani tanpa belas kasihan.

Insan Mokoginta : Dianggap Muhamamd sadis dan bengis, bahkan tidak berperikemanusiaan.

Pendeta Saefudin Ibrahim : Apalagi orang-orang Islam sendiri sudah muak dengan sikap FPI (Front Pembela Islam), teroris, gereja dibakar, kerusuhan, demo semua itu dilakukan oleh kaum berjubah, orang yang membenci toleransi dan damai. Manusia hipokrit. Pakaia alim, tapi mental fasik Mulut memanggil Tuhan, tapi kelakuan primitif.

Insan Mokoginta : Ini amat sangat jelas menghina dan melecehkan FPI, dan umat Islam secara keseluruhan.

Menilai sikap pendeta Saefudin Ibrahim ini, sejumlah ulama dan kristolog membandingkan dengan pelecehan oleh Jyland Posten dan Charie Hebdo melalui karikatur Nabi Muhammad shallahu alaihi wassalam telah menimbulkan aksi protes Muslim seluruh dunia, bahkan para karikaturis Charlie Hebdo semuanya tewas.

Sekarang ada mantan ustad yang murtad menjadi pendeta, keliling Indonesia menghujat Islam di mana-mana. Memberikan testemoni di gereja-gereja tentang ‘kebusukan’ agama Islam. Memurtadkan ratusan orang setiap bulan. Mengapa tidak ada protes dan tindakan apapun?

Pendeta Saefudin Ibrahim menghujat Allah, Nabi Muhammad, Islam, al-Qur’an, dan Ormas Islam, seperti FPI. Ini seperti tergambar dalam buku : “Dialog Kristen-Islam Saefudin Ibrahim VS Inssan Mokoginta. [ii1-voaislam]

0 Response to "Pendeta Saefuddin Ibrahim Menghina Islam, Alqur'an dan Ormas Islam"

Posting Komentar