Gatot Nurmantyo Jendral Berprestasi, Istiqomah, Tegas dan Pemberani


Secara jelas dan bersih kita nilai bahwa kepribadian Gatot Nurmantyo adalah stabil serta berani. Sikap disiplin dan kerja keras membawa dia menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada usia 55 tahun. Disamping itu Gatot Nurmantyo adalah seorang yang tawadhu, taat dan Istiqomah 

Setelah menyelesaikan sekolah dasar dan menengah, Gatot Nurmantyo meneruskan ke sekolah militer pada tahun 1982. Gatot Nurmantio memulai kariernya di pasukan infantri baret hijau Kostrad. Tugas-tugas yang diembannya, mulai tugas penguasaan teritorial, pasukan, dan pendidikan di lingkungan Angkatan Darat.

Gatot Nurmantio menjadi Kasdivif 2/Kostrad, lalu ke Dirlat Kodiklat, lalu dia ditempatkan sebagai Gubernur Akmil pada tahun 2010. Setahun menjadi gubernur Akmil, dia angkat menjadi Pangdam Brawijaya. Tidak sampai setahun, dia kembali ditugaskan sebagai Dankodiklat TNI AD. Pada tahun 2013 diangkat menjadi Pangkostrad. Pada Tahun 2014 diangkat menjadi KSAD. Pada masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, ia menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-30.

Presiden Jokowi melantiknya menjadi Panglima TNI pada tanggal 8 Juli 2015. Gatot Nurmantyo dalam sumpah jabatannya saat pelantikan di Istana Negara, mengucapkan "Saya akan senantiasa menjunjung tinggi sumpah prajurit."
Gatot Nurmantio Turun Ke Lapangan

Ridlwan Habib pengamat pertahanan mengatakan dalam penilaiannya yang disampaikan kepada wartawan, Jakarta, Rabu, tanggal 10/06/2013, "ini bukan soal urut matra, tapi soal gaya leadership yang dibutuhkan Presiden untuk memimpin TNI. Pak Gatot bukan tipe jenderal di belakang meja, beliau ikut turun dan bersama-sama prajuritnya."

Ridlwan Habib juga menyampaikan, Kegiatan TNI AD di masa kepemimpinan Gatot Nurmantyo sebagai Kasad adalah ikut turun ke sawah dan membantu petani menanam padi. "Ini lebih disukai Pak Presiden Jokowi. Harus dipahami suasana hati dan tipe kepemimpinan pak Jokowi yang bukan berasal dari tentara."

Jenderal Gatot Prajurit Pilihan

Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi Panglima TNI untuk menjaga stabilitas politik. Sebab, hanya Angkatan Darat yang bisa menjaga stabilitas nasional. Dia tidak memiliki catatan pelanggaran HAM yang berarti dia adalah prajurit pilihan.

Jenderal Gatot Nurmantyo membuat bangga kaum Muslim. Dia tampil di Indonesia Lawyer Club setelah aksi 411 menyampaikan sebuah pernyataan yang begitu hebat. Dia menyampaikan bahwa “kaum Muslimin yang telah memerdekakan Indonesia, bukan TNI. Kita mensyukuri karena Indonesia memiliki keanekaragaman agama, dengan begitu kita bangsa kesatuan bisa belajar apa arti toleransi tanpa menghina satu golongan atas nama apapun.

Dia, Jenderal Gatot Nurmantyo Panglima TNI mengakui secara baik jika penyataan terkait isu penyelundupan 5.000 senjata benar merupakan suara dia kepada wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu 24/09/2017. "Saya tidak pernah pers release. Hanya saya menyampaikan ke punarwirawan, berikut itu keluar. Sehingga saya tidak menanggapi hal itu. Benar itu omongan saya, itu kata-kata saya itu benar. Tapi saya tidak pernah pers release maka tidak perlu menanggapi itu."

Secara jelas dan bersih kita nilai bahwa kepribadian Jenderal Gatot Nurmantyo adalah stabil serta berani. Semoga segala tindakan pemuka di Negara ini bisa menjadi rujukan untuk terciptanya kedamaian. Kita sedang bergerak dalam waktu-waktu transisi.

PROFIL Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantio

Nama lengkap

Gatot Nurmantyo

Profesi

Tentara

Tempat/ Tgl Lahir

Tegal, Jawa Tengah, 13 Maret 1960

Karya/ Prestasi

1. Pangdam V/Brawijaya (2010-2011)
2. Dankodiklat TNI AD (2011-2013)
3. Pangkostrad (2013-2014)
4. KSAD (2014-2015)
5. Panglima TNI (2015)

Keluarga

Istri : Enny Trimurti
Anak : 3 orang

Pendidikan

AKMIL 1982

Karier

1. Danton MO. 81 Kiban Yonif 315/Garuda
2. Dankipan B Yonif 320/Badak Putih
3. Dankipan C Yonif 310/Kidang Kancana
4. Kaurdal Denlatpur
5. ADC Pangdam III/Siliwangi
6. PS Kasi-2/Ops Korem 174/Anim Ti Waninggap
7. Danyonif 731/Kabaresi
8. Dandim 1707/Merauke
9. Dandim 1701/Jayapura
10. Sespri Wakasad
11. Danbrigif 1/PIK Jaya Sakti
12. Asops Kasdam Jaya
13. Danrindam Jaya
14. Danrem 061/Suryakencana (2006-2007)
15. Kasdivif 2/Kostrad (2007-2008)
16. Dirlat Kodiklatad (2008-2009)
17. Gubernur Akmil (2009-2010)
18. Pangdam V/Brawijaya (2010-2011)
19. Dankodiklat TNI AD (2011-2013)
20. Pangkostrad (2013-2014)
21. KSAD (2014-2015)
22. Panglima TNI (2015)


[ii1]

0 Response to "Gatot Nurmantyo Jendral Berprestasi, Istiqomah, Tegas dan Pemberani"

Posting Komentar