Dunia Harus Belajar dari Kegiatan Reuni 212



Mengapa Dunia harus belajar pada Kegiatan reuni 212? Bayangkan dalam tempo hitungan jam kawasan monas, jalan jalan kembali bersih dan rapi seperti sedia kala, bagai tanpa ada kegiatan besar yang telah dilaksanakan. Padahal sebelumnya lebih dari tujuh juta umat Islam dari berbagai pelosok negeri hadir di kawasan itu. 

Tentunya ini bukan sesuatu hal yang mudah, untuk mengkordinir jutaan umat yang datang dari berbagai daerah dengan beragam kebiasaan. Namun dengan kesadaran, kepedulian dan kebersamaan yang tinggi dari jamaah atau peserta reuni 212, bagai mukjizat dalam sekejab kawasan yang dibanjiri jutaan umat itu menjadi rapi dan bersih kembali.

Kegiatan yang dihadiri oleh tokoh tokoh nasional dan daerah, pemuka masyarakat, cerdik pandai, alim ulama dan umat Islam dari berbagai kalangan tersebut datang dengan keikhlasan tanpa ada yang memaksa. Semuanya hadir dengan niat karena menginginkan kebersamaan dalam ukuwah islamiah saling menguatkan, bergotong royong dan tolong menolong. Suatu karakter umat Islam di negeri ini yang sudah melekat dari sejak dulu. 


Walaupun kegiatan reuni 212 tersebut, ada segelintir pihak atau orang yang meragukan, menghina bahkan ada yang tega memfitnah kegiatan tersebut akan mengganggu atau tidak memberikan manfaat tapi pada kenyataannya justru sebaliknya. Alhamdulillah berjalan dengan baik, lancar bahkan warga dan umat Islam di sekitar jakarta dengan suka cita menyambut dan bersama secara sukarela membantu kegiatan tersebut. 

Ada yang rela mengratiskan dagangannya, jualannya, menyediakan tempat tinggal bahkan ada yang telah mempersiapkan bantuan atau sumbangan  secara materil dan moril jauh sebelum kegiatan reuni 212 tersebut dilaksanakan, sama halnya dengan kegiatan 411, 212 tahun sebelumnya. Setelah selesai acara reuni 212 jamaah dengan suka cita tidak pulang begitu saja, tapi secara bergotong royong, bahu membahu bersama dengan petugas yang sudah di persiapkan panitia pada masing masing posko untuk menjadikan kawasan monas dan sekitarnya kembali rapi dan bersih. Tentu dengan petugas dari panitia kegiatan yang sudah ada tidak akan bisa dengan mudah mengkordinir jutaan umat tanpa ada kesadaran dan kebersamaan yang tinggi dari jamaah atau peserta reuni 212. 

Sebuah perhargaan yang sangat tinggi tentunya, belum ada sejarah di dunia dari dulu hingga saat ini dengan jumlah peserta yang hadir lebih dari tujuh juta umat bisa tertib, rapi dan tanpa mengganggu aktivitas warga lainnya bahkan justru warga menjadi lebih termotivasi mendukung. Kegiatan reuni 212 tersebut tentunya juga tidak lepas dari dukungan dari pihak pemprop DKI saat ini, FPI, TNI, Kepolisian dan remaja/ pemuda mesjid dan pihak lainnya. Kegiatan reuni 212 ini menjadi bukti sejarah bahwa umat Islam mempunyai rasa gotong royong, keperdulian dan kebersamaan yang tinggi.

Bandingkan saja sendiri, jika kegiatan tersebut adalah sebuah konser musik, atau kegiatan perkumpulan lainnya tentu belum ada yang bisa menandingi kebersihan dan kerapian kegiatan reuni 212. Seperti yang kita ketahui bersama, pernah ada kegiatan yang dilakukan oleh pihak lainnya, setelah acara berakhir hanya merepotkan pihak kebersihan, pertamanan Ibu kota / pemprop DKI termasuk terjadi kerusakan rumput, taman bahkan mengganggu ketertiban umum. Jadi bagi pihak atau orang orang yang memfitnah kegiatan reuni 212, harusnya kalian malu dan mulailah belajar melihat fakta yang benar, segeralah bangkit dari kebiasaan jelek kalian yang suka menghina dan memfitnah.

Sekali lagi, dimana ada pernah di dunia ini dalam sekejab mata langsung bisa rapi dan bersih kembali? Ini hanya bisa dilakukan oleh orang orang yang mempunyai iman dan semangat pengorbanan, kebersamaan yang tinggi. Dalam Islam "Bersih itu sebagian dari Iman" dan “Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya”. Smoga Allah meredhoi dan memberikan karunia, keberkahan bagi siapapun yang telah berkorban dan hadir dalam kegiatan reuni 212 tersebut. Aamiin.
[ii1-infoilmiahsatu]

0 Response to "Dunia Harus Belajar dari Kegiatan Reuni 212"

Posting Komentar